Menjadi Teman Anak Kader

muamar.salim

Ini tentang berusaha berprasangka baik pada Allah. Pada takdir yang telah ditetapkannya bagi kami. Berprasangka baik terhadap wajah-wajah teduh yang mewarnai perjalanan hidup kami. Mungkin ini juga termasuk ikhtiar permohonan ampun atas angkuh dan tingginya hati saat dulu pernah merasa lebih baik dari wajah-wajah teduh ini. Ini tentang merajut benang-benang ukhuwah diantara kami dan kalian.

Akhir-akhir ini saya menyaksikan drama-drama tentang keteguhan, pengorbanan, dan keikhlasan yang diputar berulang-ulang tiada henti setiap hari di pelupuk mata saya. Ruh-ruh yang dulunya hanya saya resapi dari mengkaji buku-buku perjuangan yang menjelaskan poin-poin risalah ta’lim. Tadhiyah, Tajarrud, Tsabbat, dan Ikhlas. Kini ruh-ruh itu menjelma menjadi sosok-sosok yang melihat mereka membuat gemuruh di dada saya. Selain karena ini tahun perjuangan kata banyak orang, tetap saja saya mempertanyakan, bagaimana bisa hal ini terjadi?

Saya kembali teringat masa-masa dulu saya mengenal dakwah ini. Paling mula yang saya ingat saya sudah menyanyi-nyanyikan lagu-lagu Izzatul Islam dan Shoutul…

View original post 1,800 more words

Advertisements

Mengapa “follow your passion” adalah saran yang menyesatkan

>280 characters

Catatan singkat tentang penerjemahan “passion” menjadi renjana:
Saya berencana menulis topik ini dalam Bahasa Indonesia. Tantangan pertama yang saya hadapi adalah menerjemahkan kata “passion” itu sendiri. Seringkali dalam konteks ini “passion” diterjemahkan menjadi “semangat”, dan ini  terlalu longgar. Kadangkala “passion” dialihbahasakan menjadi “hasrat”. “Hasrat” adalah sinonim dari keinginan, sehingga lebih cocok untuk menerjemahkan “desire“. 

Dalam kamus Bahasa Inggris (Oxford), definisipassion” adalah “strong and barely controllable emotion“. Google Translate menyarankan kata “renjana” untuk “passion“. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan “renjana” sebagai “rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi”). Dengan demikian, saya rasa cukup tepat menerjemahkan “passion” menjadi “renjana”. Kata “renjana” memang belum umum, tapi mungkin kita bisa mulai mempopulerkannya.

***

Sama seperti di beberapa negeri lain, sebagian kelas menengah urban di Indonesia sedang getol mengikuti “the cult of passion” alias…

View original post 1,043 more words

‘Amal

FUI Al 'Izzah

oleh: Ustadz KH. Rahmat Abdullah (Alm)

Banyak orang merasa telah beramal, tetapi tak ada buah apapun yang ia petik dari amalnya, baik itu perubahan sifat, kelembutan hati ataupun kearifan budi dan keterampilan beramal. Bahkan tak sedikit di antara mereka beramal jahat tetapi mengira beramal baik. Karenanya Al-Quran selalu mengaitkan amal dengan kesalihan, jadilah amal shalih. kata shalih tidak sekedar bermakna baik, karena untuk makna ini sudah tersedia istilah-istilah khusus, seperti hasan, khair, ma’ruf, birr (kebaikan) dan lain-lain. Sedangkan shalih adalah suatu pengertian tentang harmoni dan tanasuqnya (keserasian) suatu amal dengan sasaran, tuntunan, tuntutan dan daya dukun. Amal disebut shalih bila pelakunya selalu mengisi ruang dan waktu yang seharusnya diisi.

Seorang pendusta atau pengingkar agama tidak selalu mengambil bentuk penghujat arogan terhadap agama itu. Ia dapat tampil sebagai dermawan atau bahkan pelaku shalat yang khusyu. Namun pada saat yang bersamaan Allah menyebutnya pendusta agama, karena ia menghardik si yatim dan tak menganjurkan…

View original post 1,114 more words